Chairil Anwar

Kematian Seorang Penyair Muda

Aku berkenalan dengan pasangan Hubert bermula setahun lalu. Pada waktu itu aku dijemput sebagai wakil Malaysia di Acara Puisi Jakarta, dan pasangan itu mendekatiku setelah selesai giliranku membaca sajak di atas pentas.

Tentang Benedict Anderson

Ben Anderson, mengingat pendekatan empatinya, dikenal sebagai ahli yang banyak menyoroti sisi subtil kebudayaan Jawa dalam praksis politik Indonesia modern.

Dalam Sajak

Mengenang penyair Sitor Situmorang (1924-2014) dan sajak-sajaknya

Situasi Chairil Anwar

Analisis Nirwan Dewanto terhadap puisi Chairil Anwar dan juga ethos kepenyairannya.

Abstraksi Syed Ahmad Jamal

Mengingati Allahyarham Datuk Syed Ahmad Jamal.

Sore: Satu Upaya Apresiasi

Tidak sering kita temui sebuah band yang kesemua ahlinya boleh mencipta lagu, menulis lirik dan menjadi vokalis untuk lagu yang mereka cipta. Kerana itu sahaja membuatkan Sore bukan sebuah band yang biasa atau adakah Sore bukan sama sekali sebuah band tetapi lebih kepada satu perkumpulan pemusik yang masing-masing punyai bakat melebihi sekadar bermain alat musik […]

Chairil Anwar (26 Julai 1922-28 April 1949)

Tarikh 28 haribulan April 1949 Chairil meninggalkan dunia ini tapi tidak dunia kepenyairan. Dia seperti masih hidup kerana para penyair dan pembaca dekat terus-menerus membaca ulang 72 buah keseluruhan sajaknya itu.

Daging

Barangkali berpuasa telah berubah: menahan haus dan lapar tidak lagi ditandai tekad melawan godaan, tapi sikap ketakutan akan godaan.

Potret Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang

Esei terkenal Goenawan Mohamad yang membicarakan pandangan dunianya sebagai seorang penyair.

Dengan 1600 Patah Kata Menuju Mei

Hasmi bin Hashim
“Lebih-lebih lagi tatkala Mei semakin hampir. Tatkala aku mengira-ngira hari dan terus bercerita tentang nasib diri”. tulis Hasmi dalam siri Orasi Malam Jumaat empat tahun yang lalu.

Previous page Next page