Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad

Mas Ben

Ben Anderson lahir di Kunming, Tiongkok, meninggal di Batu, Indonesia. Ia berdarah Irlandia. Tapi orang yang tak bertanah-air ini, yang pandai pelbagai bahasa ini, menyaksikan, merasakan, dengan peka dan empati, apa arti sebuah bangsa, sebuah bahasa, bagi sehimpunan manusia.

Goenawan Mohamad 0 Comments 3 min read Continue reading

Pidato Goenawan Mohamad di Pembukaan Frankfurt Book Fair 2015

Baru saja kita mendengarkan Endah Laras, dengan suaranya yang merdu, membaca, dan menembangkan sebuah puisi Jawa abad ke-19. Puisi itu bercerita tentang sebuah adegan yang dramatis, aneh, dan memukau: seorang yang dihukum bakar di sebuah alun-alun Jawa di abad ke-15, tapi di tengah nyala api, ia menulis, mungkin sebuah puisi. Orang itu, Malang Sumirang, dianggap […]

Goenawan Mohamad 0 Comments 3 min read Continue reading

Dalam Sajak

Mengenang penyair Sitor Situmorang (1924-2014) dan sajak-sajaknya

Goenawan Mohamad 0 Comments 4 min read Continue reading

Congress for Cultural Freedom, CIA dan Kulturkampf Perang Dingin

Tentang pertembungan intelektual dan perang ideologi di abad ke-20

Goenawan Mohamad 0 Comments 25 min read Continue reading

Mekah

Betapa berubahnya Mekah. Duduk di salah satu sudut Masjidil Haram ketika matahari meredakan panasnya, kita bisa merasakan bayang-bayang sebuah bangunan yang menjangkau langit dari arah selatan.

Goenawan Mohamad 0 Comments 4 min read Continue reading

Teeuw (1921-2012)

Sebuah obituari atas pemergian seorang peneliti dan pengkritik sastera Indonesia, A. Teeuw.

Goenawan Mohamad 0 Comments 5 min read Continue reading

Hang Tuah

Zaman berubah lagi. Hang Tuah datang kembali, tapi tak merasa ditaklukkan dan menaklukkan dunia.

Goenawan Mohamad 0 Comments 4 min read Continue reading

Belajar dari Pantun

Pidato Mas Goen untuk Hari Jadi Sastrawan Negara dan Profesor Emeritus Muhammad Haji Salleh di Pulau Pinang.

Goenawan Mohamad 0 Comments 19 min read Continue reading

Lompatan

Kaum revolusioner sering menganggap waktu sebagai musuh. Juga di negeri yang ribuan tahun umurnya: Cina.

Goenawan Mohamad 0 Comments 4 min read Continue reading

Havel

Dalam surat itu Havel mengingatkan, bahwa pada akhirnya rakyat yang tertekan akan menuntut harga bagi “tindakan yang secara permanen merendahkan martabat manusia”.

Goenawan Mohamad 0 Comments 4 min read Continue reading

Daging

Barangkali berpuasa telah berubah: menahan haus dan lapar tidak lagi ditandai tekad melawan godaan, tapi sikap ketakutan akan godaan.

Goenawan Mohamad 0 Comments 4 min read Continue reading

Potret Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang

Esei terkenal Goenawan Mohamad yang membicarakan pandangan dunianya sebagai seorang penyair.

Goenawan Mohamad 0 Comments 21 min read Continue reading

Diri

Goenawan Mohamad
Berada di Singapura (atau Malaysia) saya sering sekali menemui percakapan macam itu: orang akan secara tersirat atau tersurat menyebut seseorang dan mengaitkannya dengan ”bangsa Cina” atau ”bangsa Melayu” atau ”bangsa” apa saja dengan suatu sifat yang mereka anggap khas pada ”bangsa” itu.

Goenawan Mohamad One Comment 4 min read Continue reading

Previous page Next page