Sajak-Sajak Yang Mimi Morticia
Nov 10th, 2009 | Dipos oleh admin | Kategori: Puisi | CetakKepak
Kalau
ku bisa berhenti bercakap tentang
kalau,
maka engkau tak akan
pernah tahu
kalau aku punya kepak
malam itu-
telah ku terbang paling laju,
menggulung diri di ribaanmu
dan
menyimpannya semula di balik pintu.
Dan pakailah
kepak ku,
kapan pun yang kau mahu.
Pasca
Dan di antara
puing puing
ini;
ada
kata manis yang ku telan
dan
senyum simpul tak tertahan.
Solo
Matahari sedikit terlalu
terik
dan
denting ketawamu sedikit
terlalu
bingit.
Aku baru saja ditinggal
cinta yang pergi,
bisakah kalian
sedikit lebih memahami?
Trampoline
Aku mahu lemas,dengan atau tanpamu,
aku mahu lompat tanpa perlu berkira
apa
aku akan terbang
apa
sayapku akan mengkhianatiku
apa
aku malah jatuh ke bawah,dua kaki menjejak bumi
sebelum
melompat dan pergi jauh tinggi dari yang sebelumnya.
Dengan atau tanpamu,Sayang.
Dengan atau tanpamu.
Monogami
Cuma ada satu aturan main dalam perjanjian ini.
Apapun yang
dunia
laki laki
perempuan
dan syaitan
tawarkan –
jangan.

Yang Mimi Morticia © Amri Rohayat
Yang Mimi Morticia, menulis puisi di sela-sela terluang sebagai seorang pelajar perubatan. Kumpulan sajaknya, Tangerin & Nikotin telah diterbitkan beberapa bulan lalu oleh Sang Freud Press.