ata_major2

Syahwat

Pipihkan kata melayang
Pipihkan kata bertindih

Kita sedut racun malam
dalam ingatan kepada kekasih
dalam tersipu-sipu
itik berinjit di sisik kali
pipihkan kata bertindih

Terpukau malu
dengan kalam malam yang pedih
ingin keluar dari musim luruh
pipihkan kata melayang

Esok engkau aku tunggu
datang yang mana satu

Oktober ‘07


Temasya

Malam kembaran lagu
Palam macan biru
Haram melatam liku

Bangkit
Telaga hangit
Bara muncrat
Mata paling dalam

Kita melonjak
Irama setanjak
Dalam engah paling sajak
Mencapai birahi dini
Malam bingit paling sunyi

Setan pun kelu bahkan

2008


Di Depanmu

Telah lama aku ingin mempersilakanmu
Semedang kamu malu-malu
Mendekap selaksa ragu mahu ragu rindu

Ini pula rasa rinduku
Geletar pada telapak tanganmu

Ini pula kasa sanggupku
Berdirilah atas tapak kakiku

Ini kita joget kesaksian
Mengusik pintu kecerahan

2008


Monalisa Semalam Menyengkang

Malam kau menyengkang
bulat pupuk mata
siang kau kunci
syahwat mati

Lintas ke sini
duhai monalisaku

Tiga jembalang di celah ara
Tiga ludah di rusuk bara
Tiga serapah terbata-bata

Lintas segera di sini
membujur lalu melintang punah
di celah dakapku kita ‘kan beradu
dalam ragu-ragu

Oktober ‘07


Murad Ata, nama pena untuk seorang penulis.

Di Depanmu Monalisa Semalam Menyengkang Murad Ata Sajak Syahwat Temasya

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *

Cancel Kirim Ulasan