Kepak

Kalau
ku bisa berhenti bercakap tentang
kalau,

maka engkau tak akan
pernah tahu
kalau aku punya kepak
malam itu-

telah ku terbang paling laju,
menggulung diri di ribaanmu
dan
menyimpannya semula di balik pintu.

Dan pakailah
kepak ku,

kapan pun yang kau mahu.

Pasca

Dan di antara
puing puing
ini;
ada
kata manis yang ku telan
dan
senyum simpul tak tertahan.

Solo

Matahari sedikit terlalu
terik

dan

denting ketawamu sedikit
terlalu
bingit.

Aku baru saja ditinggal
cinta yang pergi,

bisakah kalian
sedikit lebih memahami?

Trampoline

Aku mahu lemas,dengan atau tanpamu,
aku mahu lompat tanpa perlu berkira
apa
aku akan terbang
apa
sayapku akan mengkhianatiku
apa
aku malah jatuh ke bawah,dua kaki menjejak bumi
sebelum
melompat dan pergi jauh tinggi dari yang sebelumnya.

Dengan atau tanpamu,Sayang.
Dengan atau tanpamu.

Monogami

Cuma ada satu aturan main dalam perjanjian ini.

Apapun yang
dunia
laki laki
perempuan
dan syaitan
tawarkan —

jangan.

Yang Mimi Morticia © Amri Rohayat
Yang Mimi Morticia © Amri Rohayat

Yang Mimi Morticia, menulis puisi di sela-sela terluang sebagai seorang pelajar perubatan. Kumpulan sajaknya, Tangerin & Nikotin telah diterbitkan beberapa bulan lalu oleh Sang Freud Press.

Puisi Yang Mimi Morticia

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *

Cancel Kirim Ulasan