Sendiri,Zwart

Aku menyimpan wajahmu

dalam satu ruangan
kecil persegi
pikiranku
sendiri-sendiri

Alis ‘ku tutup rapat;
bibir ‘ku getap kuat

Dan sunyi malam
terderai lagi
dengan gempita
erangan aku,
sendiri.

Pujuk Rayu 60

bapak-bapak sedang gocoh
dalam gelanggang
tentang keramaian,
bawah pohon
tentang keramaian
hadapan persemayaman Raja

manakala,
anak-anak sedang rusuh
tentang kekacauan hidup
dan kepunahan peluang

tapi,
bapak-bapak hanya tinggal
bilang:
Anak-anakku, jangan khawatir,
kita sudah ada rancangan 60 billion.

Kiamat

Ini adalah petanda:

Aku adalah cinta
yang kau mimpi
untuk cintai
yang terpancur sendiri
lalu berdetaklah jantungku
dalam rahim nafsi
aku
yang lahir dalam selangan
eranganmu yang sakit
yang kau gendong
dan tatangi
aku
adalah cinta
yang kau cintai-

Hanya untuk menderhakai.


[singlepic id=66 w=75 h=75 float=left]Shaira Amira, seorang penyajak dengan kumpulan sajak yang bertajuk Akulah Perempuan Itu.

Puisi Shaira Amira

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *

Cancel Kirim Ulasan